logo pakangean

loga

ZI

 

Written by Super User on . Hits: 1057

 

  • Sambutan Ketua
  • Visi & Misi
  • Sejarah
  • Tupoksi
  • Struktur Organisasi
  • Wil. Yuridiksi
  • Jam Kerja
  • Alamat

Sambutan Ketua Pengadilan Agama Kangean Kelas II

pak makhmud

SELAMAT DATANG

Assalaamualaikum Wr. Wb.

Selamat datang di situs resmi Pengadilan Agama Kangean.

Website ini dibuat sebagai sarana untuk memberikan beragam informasi khususnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Pengadilan Agama Kangean.

Dihadirkan sebagai amanah dari SK KMA Nomor 1-144/KMA/SK/I/2011 Tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan, situs ini diharapkan mampu menjadi jendela informasi baik bagi lingkungan peradilan agama, maupun masyarakat umum.

Kami secara aktif terus berinovasi untuk memberikan informasi yang relevan demi untuk peningkatan kepuasan dalam mendapatkan informasi khususnya di Pengadilan Agama Kangean. Kami juga membuka diri untuk menerima masukan sebagai bahan untuk perbaikan yang berkelanjutan.

Terima kasih anda telah berkunjung di website kami. Harapan kami, website ini bisa menjadi referensi bagi siapapun yang ingin mendapatkan informasi di Pengadilan Agama Kangean.

Wassalaamualaikum Wr. Wb.

 

 

Visi

“Terwujudnya Pengadilan Agama Kangean yang Agung

Misi

  • Mewujudkan rasa keadilan sesuai dengan undang-undang dan peraturan serta memenuhi rasa keadilan masyarakat.
  • Mewujudkan peradilan yang mandiri dan independen bebas dari campur tangan pihak lain.
  • Memperbaiki akses pelayanan di bidang peradilan kepada masyarakat.
  • Memperbaiki kualitas pelayanan pada pihak pencari keadilan.
  • Mewujudkan institusi peradilan yang efektif, efisien dan bermartabat serta dihormati.
  • Melaksanakan kekuasaan kehakiman yang mandiri tidak memihak dan transparan.
  • Membuka sepenuhnya akses publik terhadap informasi yang dapat diakses publik.

Sejarah Singkat Organisasi

Pengadilan Agama Kangean dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 71 tahun 1983 tanggal 25 September 1983 dengan Klasifikasi Pengadilan Agama Kelas II A.

Pengadilan Agama Kangean merupakan salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman pada tingkat banding bagi para pencari keadilan yang beragama Islam mengenai perkara perdata khusus sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2006 dan kedua diubah dengan Undang-Undang Nomor 50 tahun 2009. Pengadilan Agama Kangean terletak di Kepulauan Kangean Sumenep yang merupakan Wilayah yurisdiksi Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Pembagian wilayah hukum Pengadilan Agama Kangean meliputi 1 (satu) Kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yakni Kabupaten Sumenep yang terdiri dari 3 (tiga) kecamatan.

Secara khusus pembagian wilayah hukum Pengadilan Agama Kangean dapat dilihat sebagai berikut :

       1. Kecamatan Arjasa, terdiri dari 19 desa

       2. Kecamatan Kangayan, terdiri dari 9 desa

       3. Kecamatan Sapeken, terdiri dari 11 desa

Pengadilan Agama Kangean merupakan salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman pada tingkat pertama bagi para pencari keadilan yang beragama Islam mengenai perkara perdata khusus sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 jo Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006, yang berada di wilayah yuridiksi Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

PENGADILAN AGAMA KANGEAN

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menentukan dalam pasal 24 ayat (2) bahwa Peradilan Agama merupakan salah satu lingkungan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung bersama badan peradilan lainnya di lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Tata Usaha Negara, dan Peradilan Militer, merupakan salah satu badan peradilan pelaku kekuasaan kehakiman untuk menyelenggarakan hukum dan keadilan bagi rakyat pencari keadilan perkara tertentu antara orang-orang yang beragama Islam.

Pengadilan Agama Kangean yang merupakan Pengadilan Tingkat Pertama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang: perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, shadaqah dan ekonomi syariah sebagaimana diatur dalam pasal 49 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.

Di samping tugas pokok dimaksud di atas, Pengadilan Agama Kangean mempunyai fungsi, antara lain sebagai berikut:

  1. Fungsi mengadili  (judicial power), yakni menerima, memeriksa, mengadili dan menyelesaikan perkara-perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama dalam tingkat pertama (vide: Pasal 49 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006).
  2. Fungsi pembinaan, yakni memberikan   pengarahan, bimbingan, dan petunjuk kepada pejabat struktural dan fungsional di bawah jajarannya, baik menyangkut teknis yudisial, administrasi peradilan, maupun administrasi umum/perlengkapan, keuangan, kepegawaian, dan pembangunan.(vide: Pasal 53 ayat (3) Undang-Undang No. 3 Tahun 2006 jo. KMA Nomor KMA/080/VIII/2006).
  3. Fungsi pengawasan, yakni mengadakan pengawasan melekat atas pelaksanaan tugas dan tingkah laku Hakim, Panitera, Sekretaris, Panitera Pengganti, dan Jurusita/Jurusita Pengganti di bawah jajarannya agar peradilan diselenggarakan dengan seksama dan sewajarnya (vide: Pasal 53 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No. 3 Tahun 2006) dan terhadap pelaksanaan administrasi umum kesekretariatan serta pembangunan.( vide: KMA Nomor KMA/080/VIII/2006).
  4. Fungsi nasehat, yakni memberikan pertimbangan dan nasehat tentang hukum Islam kepada instansi pemerintah di daerah hukumnya, apabila diminta. (vide: Pasal 52 ayat (1) Undang-Undang No. 3 Tahun 2006).
  5. Fungsi administratif, yakni menyelenggarakan administrasi peradilan (teknis dan persidangan), dan administrasi umum (kepegawaian, keuangan, dan umum/perlengkapan) (vide: KMA Nomor KMA/080/ VIII/2006).
  6. Fungsi Lainnya :
    • Melakukan koordinasi dalam pelaksanaan tugas hisab dan rukyat dengan instansi lain yang terkait, seperti DEPAG, MUI, Ormas Islam dan lain-lain (vide: Pasal 52 A Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006).
    • Pelayanan penyuluhan hukum, pelayanan riset/penelitian dan sebagainya serta memberi akses yang seluas-luasnya bagi masyarakat dalam era keterbukaan dan transparansi informasi peradilan, sepanjang diatur dalam Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor KMA/144/SK/VIII/2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan.

struktur terbaru

PENGADILAN AGAMA KANGEAN

Yuridiksi / Wilayah Hukum Pengadilan Agama Kangean meliputi wilayah Eks. Kawedanan Kangean yang terdiri atas tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Arjasa,  Kecamatan Sapeken dan kecamatan Kangayan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 73 Tahun 1993 Pengadilan Agama Kangean diklasifikasikan sebagai Pengadilan Agama kelas II b, Kemudian berdasarkan Surat Keputusan  Menteri Agama  R I Nomor : 589/I tanggal 14 Oktober 1999, Pengadilan Agama Kangean berubah menjadi kelas II. Dengan demikian di Kabupaten Sumenep terdapat dua Pengadilan Agama yaitu Pengadilan Agama Sumenep dan Pengadilan Agama Kangean.

Wilayah Hukum Pengadilan Agama Kangean mempunyai ciri khas tersendiri dibanding dengan Pengadilan Agama yang lain baik ditinjau dari keunikan kondisi geografisnya maupun keanekaragaman penduduknya.

Wilayah Eks. Kawedanan Kangean terdiri dari berpuluh-puluh pulau yang jaraknya antara satu dengan yang lain berdekatan, namun ada juga  yang sangat jauh dan  terpencil sehingga sulit dijangkau.

a.      Kecamatan Arjasa

Kecamatan Arjasa terletak di Induk Pulau yang disebut Pulau Kangean. Pada awalnya Kecamatan Arjasa terdiri dari 28 Desa, namun pada bulan Maret tahun 2005 mengalami pemekaran, menjadi 2 kecamatan, yaitu kecamatan Arjasa, yang terdiri dari 19 desa dan kecamatan Kangayan, yang terdiri dari 9 desa. Penduduk Kecamatan Arjasa mayoritas keturunan suku Madura, namun demikian ada juga yang sudah bercampur dengan keturunan Tionghoa. Mereka berasal dari Campuran Madura dan Tionghoa bahkan sampai sekarang masih ada beberapa diantara mereka masih mempertahankan tradisinya, salah satunya adalah beberapa sebutan rumah dan rumah tradisi mereka yang disebut rumah Pacinan yang  berbentuk rumah panggung dan terbuat dari kayu yang khas Kangean.

Disamping itu ada juga keturunan Makasar, Jawa yang menurut cerita mereka dulu adalah orang-orang tahanan yang dibuang dan sebagian dipekerjakan di Hutan Jati milik Pemerintah Kolonial Belanda.

b.      Kecamatan Kangayan

Kecamatan Kangayan terdiri dari 9 desa, yang merupakan pemekaran wilayah kecamatan Arjasa. dan diantara Desa-desa tersebut ada satu Desa yang berada di pulau tersendiri, yaitu desa Saobi yang terdiri dari beberapa Dusun yang letaknya di beberapa pulau. Antara desa yang satu dengan desa yang lain tersebar di beberapa tempat diantaranya ada yang dipisahkan dengan hutan jati milik Perhutani. Permasalahan yang timbul dengan daerah yang terpisah pisah ini adalah masalah transportasi yang sulit yang mengakibatkan sulitnya komunikasi ke daerah-daerah tersebut.

c.       Kecamatan Sapeken

Kecamatan  Sapeken mempunyai ciri khas yang lain dari Kecamatan Arjasa maupun kecamatan Kangayan, baik dari segi keaneka ragaman penduduknya maupun kondisi geografis wilayahnya.

Kondisi geografis Kecamatan Sapeken terdiri dari berpuluh-puluh pulau dengan jarak yang berbeda antara yang satu dengan yang lainya yang dipisahkan oleh laut. Bahkan dalam Wilayah Kecamatan Sapeken ini ada sebuah pulau yang sangat terasing hal ini dikarenakan letaknya yang sangat jauh dan berdekatan dengan selat  Makasar sehingga jaraknya tidak begitu jauh dari Pulau Sulawesi dan penduduknya 90 % adalah keturunan Sulawesi, pulau tersebut adalah pulau Sakala dan terdapat sebuah Desa yang bernama Desa Sakala, untuk menuju ke Pulau Sakala tersebut dari pulau Kangean diperlukan waktu kurang lebih 8 jam perjalanan laut.

Penduduk Kecamatan Sapeken mayoritas adalah Keturunan Masyarakat pelaut yakni keturunan dari suku Mandar, Suku Bajo, Suku Makasar, Suku Bugis dan sebagaian kecil suku Madura, meskipun demikian perkawinan antara dua suku yang berbeda diantara mereka bukanlah suatu yang aneh dan jarang terjadi. Dengan kondisi geografis yang demikian maka pelaksanaan tugas dan fungsi Pengadilan Agama Kangean tidak jarang menemui beberapa kesulitan sehubungan dengan sarana transportasi dan sarana komunikasi yang begitu minim terutama adalah masalah tugas kejurusitaan yang harus melakukan panggilan dengan jarak yang demikian jauh yang berpengaruh juga terhadap membengkaknya biaya panggilan yang harus ditanggung oleh para pihak.

JAM KERJA KANTOR

PENGADILAN AGAMA KANGEAN

HARI  JAM KERJA PAGI     JAM ISTIRAHAT   JAM KERJA SIANG
Senin s/d Kamis  07.30 - 12.00 WIB   12.00 - 13.00 WIB   13.00- 16.00 WIB
Jumat  07.00 - 11.00 WIB   11.00 - 12.30 WIB   12.30 - 16.00 WIB

 

Dasar Hukum :

- Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI No.071/KMA/SK/V/2008

Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI No. 035/SK/IX/2008

- PP 52 Tahun 2010

-Jam Istirahat pada hari Jum'at menyesuaikan dengan waktu Sholat Jum'at

-Khusus Bulan Ramadhan, Jam Kerja menyesuaikan sesuai peraturan yang berlaku (berakhir 90 menit lebih cepat)

Alamat :

PENGADILAN AGAMA KANGEAN

Jl. Duko No. 10 Arjasa Kangean Sumenep Jawa Timur
Kode Pos : 63418

Telp: (0327) 311158
Fax: (0327) 311158

No. Pengaduan : 087753802691

Website : www.pa-kangean.go.id
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Aplikasi Pendukung

        

 

  • Dekorum Ruang Sidang
  • Profil Pengadilan

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Kangean Klas II

Jl. Raya Duko No. 10 Kangean

Sumenep Jawa Timur 

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Telp : (0327)-311158 Fax : (0327)-311158 

Kode Pos 69491

  Lokasi Kantor

 

   youtube

Pengadilan Agama Kangean ©2020